Fakta Menarik Mengenai Pocong

bukupediahantu - Siapa yang paling takut sama pocong? Pocong itu sudah dikenal sebagai hantu khas Indonesia yang berbalut kain putih ibarat guling yang ada mukanya. Terlepas dari itu semua, ternyata ada beberapa hal tentang pocong yang perlu kamu ketahui! Yah percaya gak percaya sih, untuk mengenal lebih dekat, siapa tau suatu saat ketemu di jalan atau kolong tempat tidur kan? Berikut beberapa fakta tentang pocong yang harus anda ketahui :







1. Perwujudan makhluk halus, bukan orang yang sudah meninggal.

Kamu pasti sudah paham bahwa orang yang sudah meninggal (ruh/arwah) itu punya alamnya sendiri, sesuai kepercayaanmu masing-masing ya. Nah, pocong itu sudah tentu bukan mereka yang sudah meninggal, terlepas dari rumor lupa dilepas ikatannya lah atau karena mati penasaran masih punya urusan lah. Pocong itu merupakan perwujudan makhluk halus/jin/atau apapun istilahnya yang “berdandan” seperti itu. Jadi kalau ketemu, bukan, itu bukan orang yang sudah meninggal. Jadi gak perlu disapa.

2. Pocong adalah tipe setan 1 VS 1.

Pocong lebih “hobi” menampakkan diri pada seseorang saja bukan segerombolan orang. Jadi kalau kamu sedang sendiri, kamu perlu lebih menjaga diri. Dia akan ngacir jika kamu menemukan bantuan orang banyak, ketika dia sedang berusaha berkenalan denganmu. Namun inilah yang perlu kamu pelajari sifat positif dari pocong, yaitu play fair, gak main keroyokan tapi satu lawan satu.

3. Baunya busuk dan suka meniupmu dari belakang, kadang meludah.

Pengakuan dari beberapa orang yang pernah beruntung bertemu dengannya adalah baunya busuk. Dalam jarak beberapa meter, baunya cenderung seperti minyak-minyak tertentu, tapi begitu dekat, beuh! Kayak bau bangkai. Kalau kamu gak menyadari tanda itu, ia suka meniupmu dari belakang, dengan nafas yang gak beda jauh sama kamu waktu bangun pagi. Ia juga suka cari perhatian dengan meludah, yang kebanyakan orang mengira mereka sedang dipipisin cicak atau serangga.

4. Suka di tempat-tempat bekas kejadian naas.

Entah itu bekas tempat kejadian pembunuhan, bunuh diri atau kecelakaan, pocong hobi hang-out di sana. Kecuali kalau kamu memang mau nongkrong asik bareng dia, buat apa sih kamu mau main ke tempat begitu? Negeri kita masih luas, bro. Jelajahi tempat lain aja yang lebih indah dan menentramkan hati.

5. Sering menjadi sosok “penjaga” tempat atau “penglaris” usaha.

Untuk kamu yang pernah mempertanyakan kenapa suatu tempat makan bisa larisnya gak wajar banget, padahal gak enak banget rasanya, mungkin kamu salah satu orang yang gak termakan jejampiannya si pocong. Bagus lah. Karena memang ada beberapa penjual makanan yang menggunakannya sebagai penglaris. Selain itu, pocong juga digunakan di beberapa tempat sebagai penjaga, misalnya di bagian gedung kampus tertentu atau di daerah terlarang tempat wisata yang sering digunakan untuk mesum. Kalau ada yang hendak berbuat aneh-aneh, nah siap-siap tuh disambut sama si penjaga. Makanya jangan bandel.

6. Identik dengan tempat sunyi, lembab, lebat dengan tanaman terutama pepohonan pisang.

Apa pocong termasuk setan introvert? Mungkin, tapi buat apa kamu nge-judge dia? Emangnya berencana untuk menjalin hubungan jangka panjang? Memang seperti itulah tempat kesukaan pocong: sunyi, lembab, kadang juga sungai yang kotor, tanaman lebat dan terutama pohon pisang. Gak ada asiknya kan main ke tempat seperti itu? Sudah lah, biarkan pocong sendiri. Dia butuh me time.

7. Hobinya mengetuk pintu rumah dengan kepalanya

Beberapa pengakuan menyatakan bahwa pintu rumah/apartemen/kamar biasanya diketuk di atas jam 1 atau 2 malam dengan suara yang sangat keras. Ya, saking keras suaranya dengan tipe berdebam-debam bukan diketuk itu, kayaknya bukan dilakukan pakai tangan. Pakai apalagi, ya kepala lah. Tahu sendiri kan tangan pocong terbungkus rapat di balutan “kain kafan”, mana ada pocong pakai you can see.

8. Jangan menatap matanya.

Informasi yang beredar di masyarakat, menatap mata pocong apalagi dalam jarak dekat itu bisa fatal. Katanya mata pocong efeknya bisa membekukan badanmu. Bukan beku dingin, tapi menjadi kaku susah bergerak. Entah itu karena memang kemampuan mistisnya atau bisa jadi juga reaksi psikologis orang yang melihatnya. Gak usah salting gitu lah kalau lihat pocong, sa ae!

9. Cuma bisa melompat? Jangan salah!

pernah dengar lagu itu? Ya itu lagu anak-anak dalam versi gelap. Jangan salah lho ya, pocong gak cuma bisa melompat-lompat. Kebayang gak, kalau kamu dikejar pocong dan kamu melihat dia ketinggalan jauh gara-gara melompat terlalu lambat, terus waktu kamu lihat lagi ke belakang, dia sudah gak ada. Tebak ada di mana si pocong sekarang?

10. Gak usah sok berani dengan berbekal doa terus mau hadapin dia. Yakin itu pocong?

Okelah kalau kamu percaya bahwa pocong itu salah satu bentuk setan/jin kemudian kamu sudah siap aja ketemu dengan berbekal doa panjang sebagai senjata. Eh tiba-tiba kamu melihat betulan. Jangan coba-coba menantang untuk mendekati dan menyerangnya dengan doa ya. Alih-alih pocong, kalau ternyata itu begal atau orang yang niat berbuat jahat bagaimana? Sudahlah, jauhi hal-hal yang bisa membahayakan diri sendiri.

Jadi, tanpa perlu berusaha pdkt dengan pocong langsung, kamu sudah lebih mengenalnya dari sini. Simple kan? Biarkan pocong sendiri, gak usah diganggu-ganggu. Dia sudah cukup lelah dengan ketenarannya di jagad dunia kemistisan Indonesia jadi perlu waktu untuk sendiri. Jangan bikin dia marah atau bikin php dengan manggil dia tapi dijadikan teman pun tidak.